Selasa, 13 April 2010

second letter

0 komentar

Kak…
Setiap malam aku punya penyakit aneh. Gelisah sampai tak bisa tidur.
Banyak hal yang kupikirkan....
Banyak hal yang kutakutkan...
Tapi, aku paling takut kalau aku takkan pernah bisa bertemu denganmu.
Aku rindu kakak...
Kita terpisah sejak masih bayi. Kau duluan yang meninggalkanku. Dan kini, sejak aku tahu dirimu ada, aku bingung... harus gembira atau sedih...
Rasanya, ada mimpi-mimpi yang sulit untuk dijadikan kenyataan. Kakak salah satunya. Tapi... biar sulit sekalipun, aku akan terus mencari kakak.
Karena...
Aku ingin menggenggam tanganmu yang besar dan hangat...
Bersandar pada punggungmu yang tegap...
Dan aku ingin, kakak mengusap-usap kepalaku penuh kasih, canda, tawa, sebagaimana yang biasa kakak-adik lakukan.
Jika aku bisa memutar waktu....
Saat kita masih kanak-kanak, kakak ada disisiku. Mungkin aku takkan pernah merasa kesepian seperti ini.
Tapi aku tak bisa memutar waktu...
Karenanya kujalani saja hidupku meski tanpamu.
Hanya saja, ada permintaan kecil di hatiku...
Jika aku menikah nanti, aku ingin kakak hadir di pernikahanku. Memberikan senyummu yang menenangkan, menyemangatiku. Dan membuktikan kalau...
Kau ada untukku...

Minggu, 10 Januari 2010

My First Letter

0 komentar
to my lovely missing brother...

kakakku yang menghilang...

 kutulis surat ini berserta seluruh isi hatiku yang terpendam sejak lama.

Kak... apa kabar...
Aku tak pernah melihat kakak lagi sejak aku masih bayi. Bahkan aku tak tahu seperti apa rupamu. Aku tak tahu bagaimana kabarmu karena itu kuharap kau baik-baik saja, sebagai satu-satunya kakak yang kupunya.
Aku menjalani kehidupan yang berat kak...
Tanpamu aku merasa tak punya siapa-siapa...
Aku mencarimu untuk membuktikan masih adakah orang yang mencintaiku dengan tulus...

Aku butuh tempat mengadu...
dan kau menghilang, entah kemana...

Aku ingin kau bersamaku lagi, agar aku bisa meminjam dadamu yang bidang buatku menangis, punggungmu untuk menyandarkan lelah, senyummu untuk menghilangkan penat serta kasih sayangmu yang akan melindungiku sampai kapanpun...

Namun...
kau tak ada...
seperti biasa...
aku menangis sendirian...
tanpamu...

Aku membutuhkanmu kak...
kembalilah! temui aku...
adikmu yang selalu mencintaimu, apapun keadaanmu...